Konsep Himpunan Bagian II

 1. Memberi Nama Himpunan

Suatu himpunan dituliskan diantara tanda kurung kurawal yaitu {...}  dan diberi nama dengan sebuah huruf kapital.

Contoh:

1. A = {nama siswa yang diawali dengan huruf S}

2. B = {bilangan cacah yang kurang dari 5}

Keanggotaan Himpunan

Anggota suatu himpunan diltuliskan dengan lambang Î

Bukan anggota suatu himpunan dituliskan dengan lambang Ï

Banyaknya anggota himpunan A disebut dengan kardinalitas himpunan A,  dan  ditulis dengan lambang n(A)

Contoh:

1. P = {2, 3, 5} maka; 

2ÎP, 3ÎP, 5ÎP,

1ÏP, 4ÏP, 6ÏP, ...

banyaknya anggota himpunan P adalah n(P)= 3, atau kardinalitas himpunan P adalah n(P)=3

2. Q = {-2, -1, 0,1, 2, 3,...20} maka;

1ÎQ, 2ÎQ, 3ÎQ,  19ÎQ

0ÏQ, -3ÏQ, 21ÏQ,... 

banyaknya anggota himpunan Q adalah n(Q)= 23, atau kardinalitas himpunan P adalah n(P)=23

Menyatakan Himpunan
Ada tiga cara untuk menyatakan suatu himpunan.
a. Dinyatakan dengan menyebutkan anggotanya (enumerasi), 
contoh: A = {Redi, Wawan, Puri, Purwati, Erna, . . .} 
             B = {2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19}
b. Dinyatakan dengan menuliskan sifat yang dimiliki anggotanya, 
contoh: A = himpunan semua siswa kelas VII, 
             B = himpunan semua bilangan prima kurang dari 20
c. Dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan, 
contoh: A = {xô x  nama siswa kelas VII}, 
            cara membaca : A adalah himpunan x sehingga x nama siswa di kelas VII 
             B = {xô x < 20, x bilangan prima}
            cara membaca : B adalah himpunan x sehingga x kurang dari dua puluh, x bilangan prima

Bersambung pada pertemuan berikutnya....
Selanjutnya diskusi di grupp WA kelas.

No comments for "Konsep Himpunan Bagian II"